Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunda Sebut Kasusnya Ada yang Janggal

PANDEGLANG  – Abdul Azis mantan Kepala Dindikbud Pandeglang salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi Tunjangan Daerah (Tunda) Dinas P...

PANDEGLANG – Abdul Azis mantan Kepala Dindikbud Pandeglang salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi Tunjangan Daerah (Tunda) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang yang kini menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pandeglang menyebut ada kejanggalan dalam kasusnya.
Kejanggalan yang dia maksud adalah setelah diselidiki ternyata ada penggelembungan anggaran sejak tahun 2010-2015 tetapi yang jadi tersangka hanya pejabat yang menjabat dari tahun 2012-2014 saja. Sedangkan tahun 2010, 2011 dan tahun 2015 tidak ada yang ditetapkan tersangka.
“Kami tidak tahu ada penggelembungan anggaran karena saya melanjutkan mana tahu di situ ada penggelembungan anggaran. Kasus ini ada tahun 2010 dan ditemukan tahun 2015, tapi displit (loncat) di tahun 2012 dan 2014 sebelum dan sesudahnya kemana? kenapa itu tidak muncul ada apa?, pertanyaannya kenapa hanya saya yang jadi tersangka? Kan ada yang sebelumnya menjabat,” kata Abdul Azis saat ditemui di Rutan Pandeglang, Kamis (12/4/2018).
Menurut Azis, Dindikbud pada waktu itu sudah mengajukan usulan Tunda sesuai aturan, namun menurutnya ada yang aneh ketika masuk Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKAD) yang kini menjadi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Dindikbud hanya mengajukan sesuai dengan nominatif pegawai, sedangkan dinas lain harus sesuai dengan by name by address.
“Sesuai dengan aturan kita usulkan, hanya ada yang aneh saja, DPKPA kenapa meloloskan. Kami hanya nominatif pegawai sedangkan dinas lain harus by name by address tapi oleh tim verifikator kenapa itu bisa lolos? Itu jadi tanda tanya dan saya tahunya setelah jadi tersangka, kalau dinas lain by name by address kalau dinas pendidikan nominatif saja, ada apa? Ada apa di DPKPA ko melakukan beda dengan dinas lain,” tandasnya.
Azis mengaku hanya menjadi korban dari ketidaktelitian dinas lain dan merasa tidak terima dirinya harus dihukum.
“Saya korban, ko akibat keteledoran mereka saya mau dihukum,” pungkasnya. 
(rot)

COMMENTS

Name

Asian Games,2,Backdoor,2,Berita,6,Bisnis,1,Bitcoin,1,Bypass Disable Function,1,deface,2,Dork,1,Dota 2,1,Dota2,1,Gerebek Penampungan Benih,1,Google,1,Hacker,1,Hukum,1,Install Curl,1,Jokowi Widodo,1,Korban Miras,1,List,1,Miras Oplosan,1,Politik,1,Polri,1,Rampage,1,Redaksi,6,Shell,2,SSL,1,Summoner,1,T1KUS90T,1,TiaraHaxor,1,tutorial,3,Uploader,1,Waspadalah,1,Windows,1,
ltr
item
BabyCrazy: Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunda Sebut Kasusnya Ada yang Janggal
Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunda Sebut Kasusnya Ada yang Janggal
https://4.bp.blogspot.com/-Jg7wZ7zxPC8/Ws-qtiYJKFI/AAAAAAAAAI0/_nS1pLoAR0EdfKzbaJI3eUA7rQqkWceZwCLcBGAs/s1600/IMG-20180412-WA0027.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Jg7wZ7zxPC8/Ws-qtiYJKFI/AAAAAAAAAI0/_nS1pLoAR0EdfKzbaJI3eUA7rQqkWceZwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180412-WA0027.jpg
BabyCrazy
https://www.babycrazy09.tk/2018/04/tersangka-kasus-dugaan-korupsi-tunda.html
https://www.babycrazy09.tk/
https://www.babycrazy09.tk/
https://www.babycrazy09.tk/2018/04/tersangka-kasus-dugaan-korupsi-tunda.html
true
1955010153691390888
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy